TUBUH DAN BATIN
BATIN itu harus terbungkus. Jika ia hanya sekadar batin saja, dan tidak ada pembungkusnya maka tidaklah lengkap dia disebut sebagai manusia. Sementara tubuh itu sendiri adalah pakaian. Pakaian yang dipakai oleh batin kita.
Begitu juga ketika dia hanya sebagai pembungkus tanpa memiliki isi, maka dia hanya terlihat sebagai pembungkus saja. Batin berjalan tetap batin, dan tubuh pembungkus tetap sebagai pembungkus.
Lalu siapa yang harus bertanggungjawab di hadapan tuhan, sementara tubuh itu hanya sebagai sebuah rumah. Penghuni dari rumah itu adalah batin itu sendiri. Batin itu hanya mengontrak pada sebuah rumah.
Penghuni rumah itu sendiri adalah batin itu sendiri. Namun di dalam rumah itu tentu saja banyak penghuni lainnya. Bagaimana nampaknya sebuah rumah tanpa penghuni. Bagaimana pandangan kita terhadap sebuah rumah jika dihuni oleh para hantu. Alangkah indahnya rumah itu bila rumah itu dihuni oleh para malaikat.
Rumah bisa saja dihuni oleh malaikat, bisa juga dihuni oleh rumah berhantu, yang begitu menakutkan. Bisa juga oleh binatang-binatang melata. Di depan mungkin nampak indah dipandang, tetapi sesungguhnya di dalam rumah itu sendiri terdiri dari penghuni-penghuni yang paling menakutkan. Sementara penghuni rumah asli itu sendiri tak memiliki kuasa apa-apa terhadap penghuni lainnya. Mereka mungkin terbaring sakit di tempat tidur atau malah pergi meninggalkan rumahnya.
Di sini kemudian muncul pertanyaan, siapa yang bertanggung jawab, sementara tubuh itu hanya sebagai pelindung dari batin. Siapa yang akan menghadap dan mempertangungjawabkan semua perbuatan yang dilakukan oleh penghuni rumah itu. Tubuh-tubuh yang melekat pada manusia itu sesungguhnya hanyalah sebagai sebuah saksi dari perbuatan si pemilik rumah. Bukankah yang akan bungkam suatu waktu ketika kita ditanya mulut kita terkunci rapat. Kefasihan lidah tak lagi mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan para malaikat. Tangan, kaki dan tubuh lainnya akan bersaksi bahkan berucap menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh batin sebelumnya. Ketika mulut mereka dibungkam. Demikian Al quran menjelaskan tentang kesaksian itu. (Bulukumba, 27 Juli 07)
0 komentar:
Posting Komentar