SIMPATISAN UNTUK DEMONSTRAN
KITA mesti semarakkan hidup dengan perjuangan. Kita harus tegakkan keadilan di atas pengorbanan. Kita perlu menyambung ruang gerak perjuangan kita dengan aksi solidaritas. Karena solidaritas adalah bendera mahasiswa di atas singgasana kegimilangan perjuangan.
Solidaritas ibarat matahari. Ia menerangi sukma rakyat di atas pelita perjuangan. Ia mengharumkan sejarah kehidupan. Ia membakar hangus kesewenang-wenangan.
Solidaritas juga ibarat air yang mengalir di benak hati yang gersang. Ia ibarat penyejuk jiwa di atas semangat perjuangan. Perjuangan aksi, semangat cinta dan semangat pengorbanan.
Karena itu wahai para pemuda mahasiswa, luluhkan kebencian itu dengan kedamaian di bawah bendera solidaritas. Solidaritas cinta terhadap keadilan dan kebenaran.
Demi sebuah cinta terhadap tanah tempat kita berpijak, maka tebas duri-duri dan virus-virus tanah air; korupsi, kolusi dan segala bentuk penindasan, agar tanah tempat kita berpijak tidak ditumbuhi virus-virus subversif.
Karena itu pula wahai demonstran, berjuanlah engkau yang hanya ditunggangi oleh nuranimu sendiri, oleh derita rakyat, agar aksi cemerlang di atas singgasana kesucian. Karena nurani adalah hakim perjuangan yang kelak akan mengadilimu sepanjang hidup.
Karena itu wahai demonstran, berjuanglah engkau meluruskan dan menyuarakan hak-hak yang tertindas. Jadikanlah dirimu sebagai sepatu hak-hak kekuasaan yang menindas. Jadikanlah suara-suara kritismu sebagai peluru, hati nuranimu sebagai pelaktuknya, dan doa orang-orang tertindas sebagai pelapis dadamu. (30 Nov. 1995)
0 komentar:
Posting Komentar